Immigration Idol 2026, Ajang Adu Bakat yang Menghidupkan Semangat Ambon Kota Musik
Ambon, indonesiatimur.co – Setelah menyeleksi 42 peserta di babak penyisihan, akhirnya dewan juri memilih 15 peserta melaju ke babak Grand Final Lomba menyanyi imigration Idol 2026 yang digelar pada Sabtu (15/08/2026) di aula Kantor Imigrasi kelas 1 TPI Ambon.
Dengan menyanyikan dua buah lagu yaitu satu lagu wajib dan satu lagu pilihan, akhirnya Zara berhasil keluar juara pertama Immigration Idol 2026 . Zara meraih nilai tertinggi 1.650, mengungguli finalis lainnya dalam ajang pencarian bakat menyanyi yang digelar Kantor Imigrasi Ambon.
Grand final berlangsung meriah. Lagu wajib yang ditetapkan dalam kompetisi tersebut adalah “Terang bagi Sesama.”
Persaingan berlangsung ketat karena seluruh peserta dinilai memiliki kemampuan vokal yang baik. Bahkan, dewan juri mengaku sempat mengalami kesulitan dalam menentukan peserta terbaik.
Ketua Dewan Juri, Thomas Huwae, mengatakan penentuan pemenang bukan perkara mudah karena kualitas para peserta relatif merata.
“Memang sulit untuk menentukan siapa pemenangnya. Tapi dalam sebuah lomba tentu harus ada yang kalah dan ada yang menang,” kata Thomas.
Ia meminta peserta yang belum berhasil meraih juara untuk tidak berkecil hati. Menurutnya, hasil kompetisi bukan akhir dari perjalanan, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkarya melalui seni, khususnya musik.
“Yang belum berhasil tetap berkarya dan tetap berjuang lewat seni musik. Jangan pernah kecewa, terus berkarya. Yang sudah mendapat juara malam ini juga jangan cepat puas. Tetap dan terus belajar,” pesannya.
Sementara itu, Kakanim Ambon Eben Rifqi Taufan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah memberikan penampilan terbaiknya.
Ia mengaku puas karena pelaksanaan Immigration Idol 2026 berjalan dengan baik. Proses penjurian pun berlangsung cukup alot sebelum akhirnya ditetapkan para pemenang.
“Kami berdiskusi dan berdebat cukup lama. Semoga ini yang terbaik, dan pasti yang terbaik,” ujarnya.
Eben mengatakan, lahirnya Immigration Idol tidak terlepas dari semangat memperkuat identitas Ambon sebagai Kota Musik. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini, tetapi dapat dikembangkan menjadi ajang yang lebih besar.
“Harapannya dengan acara ini makin memperkuat bahwa memang Ambon itu Kota Musik. Saya ingin ke depan membuat kegiatan seperti ini lebih besar lagi,” katanya.
Menurut Eben, Ambon memiliki banyak talenta penyanyi yang potensial. Karena itu, ia berharap Immigration Idol dapat menjadi salah satu ruang untuk melahirkan penyanyi-penyanyi baru dari Ambon.
“Di Kota Ambon penyanyi semuanya bagus. Kami sebagai juri sampai kewalahan menentukan karena semuanya bagus. Namanya lomba, harus ada yang menang dan kalah,” tuturnya.
Ia juga berharap karya-karya lagu yang dibuatnya dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Kota Ambon dan semakin memperkaya ekosistem musik di daerah tersebut.
Adapun hasil Grand Final Immigration Idol 2026 menempatkan Zara sebagai juara pertama dengan nilai 1.650, disusul Gasteria Pical sebagai juara kedua dengan nilai 1.500, dan Dion Nanlohi sebagai juara ketiga dengan nilai 1.350.
Sementara itu, kategori juara harapan diraih Iren Frans sebagai Harapan I dengan nilai 1.150, Chris Tuhilai sebagai Harapan II dengan nilai 950, dan Brandon Alfons sebagai Harapan III dengan nilai 850.
Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi para talenta muda Ambon untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat citra Ambon sebagai Kota Musik.
Dengan semangat tersebut, Immigration Idol 2026 diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak penyanyi dan karya musik berkualitas dari Maluku yang mampu bersaing di tingkat yang lebih luas. (it-02)


